Tujuan Rotasi Tanaman di Lahan Pertanian

Diposting pada

Maksud Rotasi Tanaman

Beberapa artikel dalam arti pertanian banyak membahas pengendalian hama dan penyakit pada tanaman. Dari pengendalian itu terdapat salah satu upaya yang sering dibahas yaitu rotasi tanaman. Rotasi tanaman ini memiliki kelebihan untuk memutus siklus hama maupun penyakit yang dapat menganggu pertumbuhan tanaman dengan tidak adanya inang yang menetap. Namun, faktanya rotasi tanaman bukan hanya untuk memutus siklus hama dan penyakit.

Rotasi tanaman juga menjadi solusi yang efektif dalam pertanian. Karena dapat memperbaiki tanah disebabkan oleh penanaman dengan satu jenis tanaman dalam 1 lahan/wilayah tertentu. Penanaman tersebut mengakibatkan penggunaan produk pupuk dan pestisida yang tidak beragam. Hal ini menyebabkan kerusakan tanah dan lingkungan. Oleh sebab itu, artikel ini akan membahas mengenai tujuan rotasi tanaman yang ada dalam lahan pertanian.

Rotasi Tanaman

Rotasi tanaman adalah bentuk upaya pengelolaan pada praktik budidaya tanaman. Rotasi tanaman memiliki konsep tindakan yang berlandaskan asas ekologi. Rotasi tanaman dilakukan dengan cara menciptakan pergiliran jenis tanaman yang ditanam dalam 1 lahan/wilayah tertentu dengan periode yang teratur.

Rotasi tanaman dengan tujuan pengendalian dalam beragam jenis hama dan penyakit, memperbaiki kualitas lahan dan lingkungan. Rotasi tanaman dalam praktiknya melakukan perbaiki kualitas tanam dengan pengembalian nutrisi Nitrogen (N) melalui tanaman legum (kacang-kacangan), apabila lahan yang digunakan telah ditanami tanaman serealia dan sejenisnya. Rotasi tanaman melakukan pencegahan dalam hama dan penyakit yang menyerang tanaman dalam 1 spesies saja.

Pemanfaatan rotasi tanaman dirasa lebih memberikan dampak yang menguntungkan dengan penggunaan bahan kimia. Penggunaan bahan kimia dalam peningkatan kesuburan biasanya menyediakan 3 unsur utama (dasar) antara lain:

  1. Nitrogen (N)
  2. Fosfor (P)
  3. Kalium (K)

Tujuan Rotasi Tanaman

Dalam rotasi tanaman yang paling mendasar memiliki 4 tujuan yaitu untuk tanaman, tumbuhan, tanah, dan lingkungan. Tujuan tersebut antara lain:

Rotasi tanaman dengan tujuan untuk tanaman Meningkatkan Produksi Tanaman

Praktik budidaya tanaman yang tidak tepat pada satu jenis tanaman akan beresiko terhadap tanaman, tanah, dan lingkungan. Penurunan produktivitas lahan merupakan dampak dari budidaya yang tidak tepat. Rotasi tanaman menanggulangi terhadap produksi tanaman.

Pergiliran tanaman melakukan pengaturan terhadap susunan urutan-urutan pertanaman pada lahan tertentu. Pemilihan variasi tanaman menjadi kunci dalam penerapan rotasi tanaman. Apabila jenis tanaman yang dipilih tidak diperhatikan bisa jadi tanaman termasuk inang/masih terbawa patogen maupun organisme penganggu tanaman (OPT) yang harus dimusnahkan.

Rotasi tanaman dengan tujuan untuk tanah Memperbaiki kualitas tanah

Penggunaan bahan-bahan kimia seperti pupuk dan pestisida yang menyisakan residu di dalam tanah menyebabkan kualitas tanah menurun.

Penurunan kualitas tanah menyebabkan nutrisi tanaman yang tersedia di dalam tanah seperti Nitrogen (N) larut. Hal ini akan membuat struktur tanah menjadi keras. Rotasi tanaman dengan pergiliran tanaman legum setelah serelia diharapkan mampu mengembalikan unsur nitrogen di dalam tanah.

Memperlambat tingkat erosi

Kehilangan tanah karena banyak residu dari budidaya tanaman yang tidak tepat merupakan masalah dalam pertanian. Erosi merupakan peristiwa yang dapat menimbulkan agregat tanah lepas, pori-pori tanah tertutup, dan air yang diserap berkurang. Kehilangan tanah tersebut dapat dilindungi dengan memaksimalkan rotasi tanaman.

Pada kawasan yang sering terjadi atau rentan adanya peristiwa erosi dapat meningkatkan tingkat kehilangan tanah.  Mengurangi kehilangan tanah akibat erosi oleh air dengan rotasi tanaman. Untuk menambah rotasi tanaman yang bertujuan memperlambat tingkat erosi diperlukan pertanian tanpa pembajakan.

Rotasi tanaman dengan tujuan untuk lingkungan Menjaga Keseimbangan Biologis (Ekosistem)

Pemenuhan kebutuhan pangan yang tinggi, maka dibutuhkan penanaman tanaman pangan yang luas pula.  Adanya kegiatan penanaman yang luas dimungkinkan dapat menganggu keseimbangan ekosistem karena seringnya penanaman satu spesies dalam 1 lahan tertentu.

Rotasi tanaman diharapkan mampu menjaga kelestaria ekosistem (lingkungan). Kelestarian lingkungan yang baik ditandai dengan adanya keseimbangan ekosistem (biologis). Pergiliran tanaman yang disusun meningkatkan kesuburan tanaman sehingga akan menghasilkan keseimbangan ekosistem.

Maka, demikianlah tadi ulasan lengkap yang bisa kami paparkan pada segenap pembaca berkaitan dengan tujuan sistem rotasi tanaman yang ada di dalam berbagai jenis lahan pertanian. Semoga melalui postingan ini dapat membantu untuk memahami. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *