Pengertian Tumpang Sari, Syarat, Tujuan, dan Contohnya

Diposting pada

Tumpang Sari Adalah

Permasalahan yang biasanya terjadi di lahan pertanian dan berdampak merugikan untuk petani adalah kegagalan panen dalam budidaya tanaman. Kegagalan panen biasanya dipicu oleh petani karena sebagian petani menerapkan budidaya tanaman dengan satu lahan ditanami satu jenis tanaman sehingga menyebabkan serangan hama yang mengakibatkan kegagalan panen.

Kegagalan panen ini menyebabkan petani tidak mendapatkan penghasilan. Untuk mengatasi hal tersebut biasanya beberapa petani mulai menerapkan sistem tanam dengan tumpangsari.

Tumpang Sari

Tumpang sari atau biasa dikenal dengan istilah multiple cropping merupakan sistem tanam dengan satu areal lahan pertanian ditanami dua jenis tanaman atau lebih dengan periode yang sama dan diatur dalam barisan-barisan yang teratur dan rapi. Kegiatan menanam dengan tumpang sari dilaksanakan saat musim panen seperti satur-sayuran. Tanaman tumpang sari memanfaatkan dua jenis tanaman sebagai tanaman pokok dan tanaman tumpang (tanaman penolak hama).

Misalnya dalam menanam sayur tanaman bayam sebagai tanaman pokok maka dapat dikombinasikan dengan tanaman daun bawang sebagai tanaman tumpang (penolak hama). Dalam tumpang sari sebaiknya menggunakan tanaman dengan periode umur atau pertumbuhan yang tidak sama sehingga kebutuhan nutrisi oleh tanaman tidak sama dan tidak menyebabkan terjadinya persaingan atau perebutan nutrisi.

Pengertian Tumpang Sari

Tumpang sari adalah sistem tanam dengan menanam dua tanaman sebagai tanaman pokok dan tanaman tumpang pada satu areal lahan. Kegiatan rotasi dua jenis tanaman dapat meminimalisir terjadinya serangan berbagai jenis hama sehingga budidaya tanaman lebih optimal pengolahannya dan meningkatkan hasil produksi.

Pengertian Tumpang Sari Menurut Para Ahli Ahli

Adapun menurut para ahli, pengertian tumpang sari ini antara lain sebagai berikut;

  1. Dwie (2003)

Tumpang sari atau dikenal sistem ganda (multiple cropping) dengan penanaman beberapa jenis tanaman merupakan kegiatan usaha yang dilaksanakan untuk meningkatkan produksi pertanian dengan melihat dan mempertimbangkan jenis tanaman yang ingin dibudidayakan sebagai tanaman induk dan tanaman tumpang sehingga tidak menyebabkan persaingan nutrisi, air, matahari yang berpengaruh pada pertunbuhan dan hasil bagi dua jenis tanaman.

  1. Mangoendidjojo (1983)

Sistem tanam ganda dibedakan menjadi tiga jenis meliputi pola tanam tumpang sari atau inter cropping, pola tanam bergilir atau sequential cropping, dan pola tanam sela.

Pola tanam menanam yang ada dalam tumpang sari merupakan kegiatan penanaman dengan dua atau lebih jenis tanaman secara bergilir dengan periode tertentu. Biasanya jenis tanaman kedua ditanam apabila tanaman pertani sudah dipanen.

  1. Thahir (1999)

Sistem tanam dengan tumpang sari merupakan usaha penanaman dengan jenis tanaman lebih dari satu tanaman dengan periode atau waktu tanam bersamaan pada satu areal lahan yang sama.

  1. Karya Tani Mandiri (2010)

Tumpang sari merupakan sistem tanam yang digunakan dalam peningkatan produktivitas lahan, meminimalisir resiko usahatani dan menjamin keberlangsungan pendapatan para petani.

Biasanya tumpang sari dilakukan dengan mengusahakan jenis tanaman semusim untuk lahan datar dengan tanaman penaung produktif. Jenis tanaman disesuaikan berdasarkan kebutuhan petani, nilai ekonomi, iklim makro dan peluang pasar.

Syarat Tumpang Sari

Adapun syarat-syarat dalam melakukan sistem tanam dengan tumpang sari, antara lain

  1. Sistem perakaran harus berbeda apabila sistem perakaran sama maka dimungkikan akan terjadi persaingan unsur hara yang terdapat pada tanah lahan produksi.
  2. Tanaman harus berasal dari jenis tanaman yang berbeda supaya umur dan pertumbuhan yang berbeda.
  3. Kebutuhan unsur hara pada akar tanaman harus berbeda agar tidak menganggu pertumbuhan tanaman.
  4. Bagian tanaman yang dipanen harus sama agar hama tidak berfokus pada satu tanaman.
  5. Syarat tumbuh tanaman harus diperhatikan supaya tidak terjadi perebutan kebutuhan nutrisi.

Tujuan Tumpang Sari

Tumpang sari dilakukan untuk beberapa tujuan antara lain

  1. Mengefisienkan penggunaan tempat dan waktu

Pola tanam tumpang sari akan menghasilkan dua atau lebih dari satu jenis tanaman  dalam waktu bersamaan atau mendekati bersamaan. Hal tersebut merupakan salah satu efisien produksi yang berkaitan dengan penggunaan waktu.

Efisien penggunaan tempat atau ruang dengan adanya bagian atau space kosong pada jarak tanam tanaman sehingga dapat dimanfaatkan untuk penanaman jenis tanaman lain untuk mempergunakan lahan lebih efisien dan berprofit bagi petani sehingga mendapatkan hasil lebih menguntungkan.

Banyak penelitian yang dilakukan dan memperoleh hasil bahwa tumpangsari digunakan dalam peningkatan produktivitas lahan. Tumpangsari pada dasarnya mengurangi hasil untuk tiap jenis tanaman yang ditumpangsari sebab adanya pengaruh persaingan namun berdasarkan nilai nisbah keseteraan lahan berkurangnya hasil pada tiap jenis tanaman masih berada pada kondisi yang menguntungkan.

Misalnya tumpang sari antara tanaman jagung dengan ubi kayu atau jagung dengan kacang hijau. Hal tersebut dapat dikenal dengan istilah pola tanam insensif.

  1. Mencegah dan mengurangi pengangguran musim

Beberapa jenis komoditas hanya memanfaatkan tenaga kerja pada saat musim tanam dan musim panen saja. Hal ini menyebabkan peningkatan angka pengangguran di sela-sela musim tanam dengan musim panen.

Saat tumpangsari tanaman diusahakan lebih beragam sehingga perawatan yang diberikan untuk tiap komoditas mayoritas tidak berada pada periode yang sama. Demikian petani akan selalu mempunyai pekerjaan selama siklus pertumbuhan tanaman.

  1. Meminimalkan pengolahan tanah

Pengolahan tanah minimal mempunyai kelebihan yaitu tidak terjadinya kerusakan struktr tanah sebab terlalu intesif diolah. Pengolahan tanah minimal atau tanpa oleh tanah beresiko erosi akan relatif lebih kecil daripada yang diolah secara sempurna.

  1. Kebutuhan gizi masyarakat lebih beragam

Tumpang sari dengan menggunakan dua atau lebih jenis tanaman memperoleh nilai gizi yang lebih beragam. Tiap tanaman mempunyai kandungan gizi berbeda-beda. Beberapa tanaman mengandung karbohidrat adapula yang mengandung protein/ lemak/ vitamin-vitamin. Keanekaragaman jenis komoditas akan menghasilkan keanekaragaman jenis gizi untuk masyarakat.

  1. Menekan serangan hama dan patogen

Penggunaan pola tanam dengan monokultur berdampak merugikan bagi keberagaman makhluk hidup penyusun ekosistem. Hal ini menyebabkan terjadinya populasi hama ataupun patogen penyebab penyakit tanaman meledak.

Namun, penggunaan pola tanam dengan tumpangsari termasuk modifikasi ekosistem yang berkaitan dengan pengendalian hama ataupun patogen memberikan keuntungan antara lain menjaga fase musuh alami yang tidak aktif, menjaga keanekaragaman komunitas, menyediakan inang alternatif, menyediakan makanan alami, membuatkan tempat perlindungan musuh alami, dan menggunakan insektisida yang selektif.

  1. Memutus mata rantai pertumbuhan dan ledakan populasi hama dan patogen

Jenis tanaman yang digunakan biasanya berada dalam satu jenis tanaman yang sama sehingga mempunyai kecenderungan untuk serangan hama ataupun patogen yang sama. Pada dasarnya, memilih jenis komoditas dan kultur teknis yang dilaksanakan untuk menunjukkan usaha agar dapat meminimalkan persaingan dan mengoptimalkan kerja sama antara tiap tanaman yang dibudidayakan.

Kultur teknis pada tumpang sari perlu diperhatikan seperti jarak tanam, populasi tanaman, umur tiap komoditas, dan arsitektur tanaman.

Penampakan morfologi dan fisiologi tanaman juga perlu diperhatikan. Semua faktor tersebut berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil tiap komoditas yang akan ditumpang sarikan. Pola tanam tumpangsari sebaiknya mengusahakan untuk penanaman jenis tanaman berbeda famili.

Kesalahan dalam penentuan jenis tanaman pada pola tanam tumpang sari membuat keunggulan pola tanam tumpangsari menjadi kelemahan tumpang sari. Persaingan antar tanaman yang tinggi akan menghasilkan tanaman menjadi kecil dan berakibat pada nilai kesetaraan lahan bernilai kurang dari satu.

Dan mengalami kesulitan pada pengendalian hama ataupun patogen sebab jenis tanaman yang ditumpangari dimungkinkan menjadi tempat inang bagi hama ataupun patogen.

Kelebihan Tumpang Sari

Sistem tanam dengan tumpang sari mempunyai banyak keuntungan, antara lain;

  1. Meminimalisir kegagalan panen
  2. Meminimalisir erosi tanah dan kehilangan tanah olah
  3. Memanfaatkan lahan kosong dengan disela tanaman induk
  4. Meningkatkan produksi total persatuan luas
  5. Menyuburkan tanah dan memperbaiki struktur tanah
  6. Memperbaiki tata air untuk lahan produksi pertanian.

Kekurangan Tumpang Sari

Kekurangan dari tumpang sari antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Terjadinya perebutan nutrisi seperti unsur hara, cahaya, ketersediaan air bagi tanaman karena tanaman yang ditanam memiliki periode umur dan pertumbuhan yang relatif sama sehingga kebutuhan nutrisi saling berebut.

Contoh Tumpang Sari

Berikut contoh jenis dalam sistem penanaman tumpangsari, antara lain;

  1. Tanaman induk kacang panjang dengan tanaman tumpang yakni tanaman tomat atau cabe
  2. Tanaman induk jagung dengan tanaman tumpang yakni ubi jalar, cabe, tomat atau kedelai
  3. Tanaman induk kedelai dengan tanaman tumpang yakni ubi jalar, kacang tanah
  4. Tanaman induk tomat atau cabe dengan tanaman tumpang yakni bayam, kangkung, sawi
  5. Tanaman induk bayam dengan tanaman tumpang yakni tanaman kencur, tanaman obat

Itulah tadi artikel yang bisa kami berikan pada segenap pembaca berkenaan dengan pengertian tumpang sari menurut para ahli, syarat, tujuan, kelebihan, kekuarangan, dan contohnya. Semoga bisa memberi edukasi bagi kalian semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *