Hewan Udang: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Ikan Udang

Siapa yang tidak kenal dengan arti hewan udang? Pastinya semua orang sudah mengetahui hewan yang satu ini. Apalagi bagi penggemar seafood (makanan laut) maka udang adalah hal biasa yang sering ditemui.

Walaupun udang sudah sangat dikenal masyarakat luas dan seringkali dijadikan sebagai masakan yang enak. Namun, masih ada saja yang belum bisa memakan udang, karena alergi terhadap makanan tersebut. Tentu saja bagi orang yang belum merasakan udang maka sangat disayangkan karena tidak bisa merasakan kenikmatan yang diperolehnya.

Udang

Udang termasuk dalam kategori crustacean. Jenis hewan lainnya yang masuk dalam kelompok crustacean diantaranya yaitu lobster atau panulirus sp, kepiting atau pagurus sp, rajungan atau cancer sp, ketam atau uca sp, dan pinjal air atau cyclops sp.

Selain itu udang juga termasuk binatang yang hidup di perairan seperti di danau, laut, dan arti sungai. Biasanya hewan udang ini lebih mudah untuk ditemukan pada hampir semua genangan air yang berukuran besar baik air payau, tawar, maupun air asin.

Jenis Udang

Udang juga memiliki beberapa macam yang dijelaskan sebagai berikut:

  1. Udang dogol

Jenis udang dogol di negara Amerika sering disebut dengan nama pink shrimp. Udang dogol memiliki karakteristik seperti memiliki warna merah muda alias pink dan sedikit kuning. Selain itu udang dogol juga da yang berwarna kuning kehijauan dan biasanya dinamakan yellow white shrimp.

  1. Udang jerbung

Udang jerbung merupakan salah satu jenis udang yang memiliki nama lain yaitu udang putih. Nama ini diberikan pada udang jerbung karena kulitnya bertekstur licin dan tipis serta berwarna putih kekuningan disertai dengan bintik-bintik hijau.

Udang jerbung ini juga memiliki panjang tubuh yang bisa mencapai ukuran 20 – 32 cm. Jenis udang jerbung bisa dijadikan sebagai bahan makanan yang diolah salah satunya dengan cara direbus, dikonsumsi, digoreng, dan dipanggang.

  1. Udang Windu (Penaeus monodon)

Udang yan memiliki istilah lain sebagai tiger shrimp atau udang pacet ini merupakan salah satu hasil laut yang memiliki peluang ekonomi dalam pasar sangat baik. Biasanya negara Amerika menjadi salah satu tujuan ekspor udang windu ini.

Pada umumnya jenis udang windu berukuran cukup besar dan bisa ditemui pada sepanjang pantai Asia Tenggara, Australia, Asia Selatan, dan Afrika Timur.

Udang windu juga mempunyai tekstur kulit yang keras dan tebal dengan warna yang sangat bervariasi seperti hijau kebiruan, kemerah-merahan ditambah dengan corak garis melintang yang gelap serta cokelat. Biasanya jenis udang windu ini sangat pas dan sesuai jika diolah menjadi tempura udang.

  1. Udang ronggeng

Udang dengan nama latin lysiosquilla maculate ini mempunyai ciri morfologi pada bagian matanya yang sangat unik yaitu bisa berputar 360 derajat. Udang ronggeng juga mempunyai duri dengan tektur yang cukup keras terutama dibagian antena dan kepala.

Morfologi lainnya pada udang ini juga terletak di badannya yang dilindungi oleh kulit keras dan mengandung zat kapur. Jenis udang ronggeng ini akan lebih baik jika hidup di perairan karang seperti di tempat yang memiliki banyak karang, batuan granit, terumbu karang, atau batuan vulkanik.

  1. Udang Sikat/Udang Kipas

Jenis udang yang terakhir yaitu udang sikat atau udang kipas. Pada jenis ini udang sangat mirip dengan lobster akan tetapi udang yang ini memiliki ukuran lebih kecil. Kulit udang sikat atau kipas bertekstur lunak, namun tetap keras dan sedikit kasar.

Udang ini juga akan lebih enak dimakan jika dimasak dengan bumbu pedas, seperti saus padang maupun sambal balado. Namun tidak ada yang salah jika udang sikat dimasak dengan bumbu asam manis atau santan.

Klasifikasi Udang

Klasifikasi ilmiah yang bisa membedakan jenis hewan ini dengan yang lainnya. Antara lain;

Kingdom Animalia
Filum Arthropoda
Sub Filum Crustacea
Kelas Malacostraca
Ordo Decapoda
Subordo Pleocyemata
Infraordo Caridea

Ciri Morfologi Udang

Berikut dibawah ini merupakan penjelasan lengkap terkait karakteristik hewan udang. Antara lain;

  1. Kepala

Morfologi pertama pada udang yaitu bagian dalam arti kepalanya. Udang memiliki kepala yang pada bagian tersebut terdapat cucuk kepala atau disebut juga dengan rostrum. Selain itu cucuk kepala bagian atas memiliki gigi berjumlah 7 buah, sedangkan bagian bawahnya 3 buah. Udang juga memiliki sirip kepala atau sering disebut dengan istilah scophocerit.

  1. Mata

Udang juga memiliki sepasang mata majemuk atau mata hewan ini dikenal dengan facet yang mana bentuknya ialah bertangkai dan dapat digerakkan dengan mudah

  1. Mulut

Morfologi selanjutnya dari udang yaitu bagian mulutnya. Arti mulut udang ini ada dibagian bawah kepala dengan rahang atau mandibula yang cukup kuat.

  1. Kaki

Morfologi kaki pada udang ini dicirikan dengan 5 pasang kaki jalan atau pereopoda. Bagian kaki jalan pertama, kedua dan ketiga biasanya saling bercapit dan dinamakan chela. Sedangkan pada bagian dalam terdapat hepatopankreas, jantung dan insang udang.

Cara Budidaya Udang

Udang sebagai makanan kuliner yang cukup banyak digemari oleh orang-orang ini bisa dibudidayakan dengan cara sebagai berikut:

  1. Persiapan Lokasi

Tahap pertama sebelum budidaya udang dilakukan yaitu mempersiapkan lokasi. Persiapan lokasi ini perlu dilakukan agar udang bisa memiliki habitat yang membuatnya nyaman dan bisa tumbuh dengan baik. Salah satu lokasi untuk budidaya udang ini bisa diletakkan di belakang rumah atau tanah kosong yang anda miliki. Pastikan bahwa lokasi udang adalah tempat terbaik untuk pembesaran budidaya udang yang diinginkan.

  1. Pemilihan Bibit Unggul

Apabila lokasi udang sudah dipilih, maka proses selanjutnya yang perlu dipikirkan yaitu bibit udang. Pemilihan bibit udang ini haruslah bibit yang unggul. Tujuannya agar hasil dari arti budidaya udang bisa memuaskan dan memperoleh keuntungan yang banyak. Bibit udang yang unggul biasanya dapat dilihat dari segi ukuran udang yang sama atau seragam.

  1. Penebaran Bibit Udang 

Pada saat bibit unggul sudah ditemukan, maka cara yang selanjutnya yaitu melakukan penebaran benih udang. Benih udang ini bisa dilakukan penebaran di waktu siang maupun sore hari yang terpenting harus memperhatikan aklimitasasi suhu air yang ada dalam kolam.

Cara penebaran bibit udang yaitu dengan cara mengapungkan kantong yang berisi bibit udang kedalam kolam. Sebagai informasi bahwa proses penebaran bibit udang ini jauh lebih maksimal hasilnya jika tidak dilakukan pada saat matahari terlalu menyengat.

  1. Perhatikan Proses Pemeliharaan Udang

Setelah bibit udang selesai dilakukan, maka proses selanjutnya yaitu pemeliharaan udang. Proses pemeliharaan udang ini harus dilakukan sampai proses pemanenan. Salah satu pemeliharaan udang diantaranya yaitu memantau dan memelihara suhu yang ada dalam kolam atau tempat udang hidup.

  1. Perhatikan Waktu Pemberian Pakan Udang

Selain itu pemeliharaan udang juga bisa dilakukan dengan cara memberi pakan pada udang dengan rutin. Pada saat udang berumur 7 hari maka pakan yang diperlukan belum terlalu penting, justru pakan akan sangat penting pada saat udang memasuki usia setelah 7 hari.

Berikan pakan udang yang mengandung nutrisi, agar udang bisa tumbuh dengan baik. Pakan udang bisa diberikan setidaknya 3 sampai dengan 4 kali sehari, di waktu pagi, siang, sore, dan malam hari.

  1. Pengurasan Air Kolam

Selain pakan dan suhu kolam yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan udang, maka pengurasan air kolam juga sangat penting untuk dilakukan.

Penggantian air kolam ini bisa membuat udang lebih nyaman tinggal disana. Sebaiknya penggantian air dilakukan pada saat kolam udang sudah 60 hari atau 1 bulan. Setelah kolam diganti dengan air baru, maka tingkatkan volume airnya menjadi 15 hingga 20 %.

  1. Proses Panen

Pada proses ini orang-orang akan sangat bahagia, karena melalui panen akan didapatkan keuntungan dan bisa menghasilkan uang. Panen udang biasanya dilakukan pada saat hewan ini berumur sekitar 4 sampai dengan usia 5 bulan.

Itulah tadi artikel yang bisa kami bagikan pada semua pembaca berkenaan dengan deskripsi udang, jenis, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi edukasi bagi kalian yang membutuhkannya.

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *